DEKORASI RUMAH



Mebel Kustom Kian Diminati

Oleh : Admin / 05-12-2018

Dibaca 424 Kali

Perangkat mebelair kustom belakangan ini sedang banyak diminati masyarakat di Yogyakarta. Keleluasan model desain dan kepuasan konsumen menjadi faktor penentu perkembangan pesatnya bisnis ini. Umumnya, konsumen lebih memilih mebel kustom dibanding produk pabrikan untuk menyesuaikan selera maupun ketersediaan ruang. Dengan begitu, mereka bisa mengeksplorasi desain mebel sesuai kebutuhan konsep yang diinginkan. Semisal untuk area sudut rumah, bagian dapur atau bahkan mengisi ruang di bawah tangga. "Terkadang ketika kami tawrakan produk jadi, pelanggan justru menolak. Mereka malah minta dibuatkan mebel dengan desain lain, sesuai kondisi rumahnya. Ruang hunian sekarang kan trennya ngga terlau lebar sehingga konsumen condong ke furniture yang simple dan tidak terllau makan tempat," kata Deny Hendrawan, pemilik toko furniture Santi Mebel, Minggu (28/9).
Dari tren itu pula, selain menjual produk jadi pabrikan di toko, dirinya sejak 2004 kemudian juga melayani orderan mebel kustom. Ada workshop tersendiri yang dimilikinya untuk menggarap orderan tersebut mulai dari produksi hingga finishing. Kini pihaknya bisa menerima hhingga delapan order mebel kustom dalam sebulan. Di antara pelanggannya adalah dari hotel, tempat spa, restoran dan perorangan.Beberapa jenis mebel yang sering dipesan kustom oleh pelanggan di antaranya dipan, lemari, kursi tamu, meja kursi makan, biffet, kitchen set hingga mini bar dan dipan khusus terapis untuk keperluan spa. Selain penyesuain bentuk dan tempat, dengan model kustom masyarakat juga bisa memilih jenis bahan dan material yang digunakan.
Di workshop-nya, Deny bisa menyediakan berbagai bahan sesuai keinginan pelanggan. Mulai dari kayu jati, akasia, mahoni, nangka dan aneka kayu jawa lainnya. Ada juga material pabrikan seperti techwood, blockboard, partikel dan lainnya."Ini terutama terkait dengan budget dan kualitas yang diinginkan. Ada yang menghendaki bahan kayu jati seluruhnya atau juga dikombinasikan dengan bahan pabrikan. Semisal untuk menutup bagian top dari mebelnya," sambung Deny.
Untuk keperluan kustom, Deny biasanya bakal melakukan komunikasi dengan pelanggan terlebih dahulu hingga tiga kali pertemuan. Hal ini menurutnya penting dalam upaya memahami keinginan konsumen secara detil. Seperti bahan, warna, dan ukuran. Selain soal konsep model yang disesuaikan keinginan konsumen, pihaknya juga memberikan opsi finishing sesuai permintaan konsumen.
"Estimasi waktu produksi mngkin agak lama tergantunf desain dan stok bahan harus tersedia. Terutama jenis kayu jati dan kayu jawa. Satu lemari mungkin bisa tiga minggu," lanjutnya.